Pada tanggal 16 -21 Desember 2018, 10 siswa, 1 guru pendamping, dan orang tua siswa SMA N 9 Yogyakarta berkesempatan untuk mengunjungi Kota Bangalore, India. Dalam kunjungan tersebut diberi kesempatan untuk mengunjungi 5 universitas (Acharya University, AIMS Institute, Krupanidhi University, Nitte Minakshi Univeristy, dan Garden City University) dan perusahaan internasional Indegene, serta Commercial Street. Semua persepsi yang ada sebelum keberangkatan ke India langsung sirna ketika langsung memasuki Kota Bangalore yang sejuk dan sangat luas serta high technology. Banyak pengalaman dan pelajaran yang dapat kami petik dari kunjungan tersebut. Berikut ini pengalaman yang diperoleh oleh beberapa peserta yang diharapkan dapat memberikan gambaran secara umum dari hasil kunjungan ini:

  1. Nama saya Eko Tri Sulistyani, wali murid dari siswi Nur Arifah Irfina dan merupakan salah satu wali murid yang mengikuti program edu tour ke Bengaluru, India bersama SMA N 9 Yogyakarta.Bengaluru merupakan kota yang sangat luas sehingga untuk menuju satu PT ke PT lain sangat jauh. Meski sepanjang jalan terlihat agak semrawut, kotor dan tidak indah namun ketika sudah masuk di suatu instansi maka instansi itu sangat bersih. Tumbuhan rindang namun tidak satu daunpun nampak bercecer di halamannyaBegitu pula di dalam gedung-gedung tertata apik dan tidak ada barang yang tidak berguna yang teronggok. Bahkan dalam gedung yang sedang dibangun pun tidak berserakan. Di 4 Perguruan Tinggi keadaan seperti itu. Hawa disana sejuk dingin dan nyaman untuk belajar. Biaya hidup dan transportasi sangat murah disana, naik bus umum hanya 2000 rupiah, di Indonesia uang segitu bisanya untuk parkir, kadang lebih dari itu.Institut ataupun college disana sangat terbuka, baik dalam menerima rombongan siswa maupun memberikan informasi. Saat kunjungan, yang menyambut langsung pejabatnya, walaupun siswa yg datang tidak pakai seragam. Peralatan yang ditunjukkan kepada siswa adalah peralatan yang "canggih", sehingga akan memberi semangat tersendiri untuk bisa masuk kuliah di sana. Jika kunjungan di PT di Indonesia, yang ditunjukkan adalah peralatan yang dasar, karena yang canggih di "simpan". Pendidikan di Bengaluru, terkait langsung dengan industri, banyak projek-projek penting pemerintah yang langsung ditangani. Hal ini memberi dampak sangat positif terhadap siswa, karena hal itu akan menjadikan siswa bersemangat dan bersungguh-sungguh dalam belajar, mereka akan berkompetisi dengan sehat, siapa yang bersungguh-sungguh akan dapatkan projek yang bagus. Hal ini juga akan meyakinkan konsumen (calon siswa dan orang tua). Bahwa dengan kuliah di tempat tertentu tidak akan menganggur dan pasti dapat kerja. Hal yang paling menggembirakan bagi siswa adalah harga buku-buku sangat murah, hal ini sangat mendukung untuk mahasiswa belajar sepuasnya dengan banyak membaca buku tanpa harus keluar banyak uang. Sehingga biaya pendidikan juga sangat murah. Di beberapa PT di Bengaluru mahasiswa disediakan asrama yang sangat bagus dan nyaman dengan biaya yang murah, jika di total sekitar 15 jt/ tahun sudah makan sehari 3x bebas listrik. Demikian testimonial saya mengenai edu tour di Bengaluru, India.
  2. Halo! Aku Novella Arrdea, biasa dipanggil Novel atau Vella, dari kelas 11 Mipa 4. Aku mau sharing sedikit nih tentang pengalamanku setelah pergi ke India untuk pertama kalinya dari tanggal 16-21 Desember 2018. Jadi yang pertama, aku mau bahas tentang persepsiku sebelum dan setelah datang ke India. Sebelum datang ke India, kupikir disana itu selalu panas, kumuh, dan bukan tempat yang aman bagi perempuan. Tapi, setelah aku datang kesana, ternyata tempat ini engga panas! Bahkan bisa dibilang lebih dingin dari Yogyakarta, karena di Bangalore, banyak tanaman yang rindang buat mengurangi panasnya matahari. Dan yang media katakan bahwa India bukan tempat yang aman untuk dikunjungi itu salah, karena faktanya aku engga pernah mengalami kejadian-kejadian yang tidak diinginkan.Kedua, aku mau sharing tentang pendidikan di India. Untuk kualitas pendidikannya, menurutku udah lebih baik daripada Indonesia. Salah satu keunggulannya adalah, di India ada yang namanya "Placement Sell", itu adalah program yang dimana ketika mahasiswa lulus dia sudah tau dimana dia akan bekerja. Jadi engga ada yang namanya sarjana nganggur! Kita bakal dituntut untuk bisa menunjukkan keahlian dan keterampilan kita dalam suatu bidang, dan pihak universitas akan merekomendasikan kita ke perusahaan yang sudah diajak bekerjasama, sesuai dengan kemampuan kita di bidang kita pastinya. Dan kelebihan yang lain, ketika di Indonesia lebih ditekankan pada teori, kalau di India lebih ditekankan pada prakteknya, jadi kita ketika udah lulus emang paham gimana cara menghadapi dunia luar. Biaya hidup di India bisa dibilang jauh lebih murah daripada di Indonesia, 1 rupee setara dengan Rp200,00! Untuk biaya kuliah, worth it lah sama fasilitas yang disediakan sama universitas. Selama aku disana, aku engga pernah lihat fasilitas yang "kurang" dari masing-masing universitas. Aku bahkan kemarin agak kaget ketika aku tau bahwa di salah satu universitas ada perpustakaan yang meja didalamnya bisa menyediakan Wi-Fi! Jadi engga perlu takut ga punya kuota ketika mau ngerjain tugas atau yang lain-lain. Sekiranya itu yang bisa aku share ke teman-teman ya! Saya mohon maaf jika ada kata yang kurang berkenan di hati. Sampai jumpa!
    Nama saya Nur Arifah Irfina dari kelas XII IPS SMA Negeri 9 Yogyakarta, dan saya adalah salah satu dari 10 siswa/i SMA N 9 yang mengikuti program edu tour ke Bengaluru, India pada tanggal 16-21 Desember 2018. Menurut saya, sistem pendidikan lanjut di Bengaluru sudah sangat maju melewati sistem di Indonesia. Hal ini dikarenakan sistem pendidikan India yang berorientasi kepada masa kerja sehingga hampir seluruh mata kuliah diajarkan dengan mengedepankan sistem praktik, bukan teori. Di Bengaluru, zona pendidikan tidak hanya terdiri dari universitas-universitas, namun juga dikelilingi oleh perusahaan-perusahaan multinasional yang setiap tahunnya siap menyerap tenaga kerja baru. Di Bengaluru, setiap universitas pasti memiliki sebuah departemen khusus yang didedikasikan untuk menjadi sarana penyambung antara mahasiswa/i dan perusahaan. Hal ini berakibat banyak mahasiswa/i yang sudah memiliki pekerjaan sebelum lulus karena sudah direkrut oleh sebuah perusahaan.Sekian dan terima kasih.